Pengirim Rahasia

“Paket…paket…!” teriakan di luar sana seraya memukul-mukul kunci gembok yang terpasang di pintu pagar kayu rumahku.

Segera ku berlari menghampiri suara kurir yang sedang berdiri sambil membawa bungkusan berukuran kotak besar yang dibalut dengan lakban cokelat.

“Ada paket buat Pak Isna nih, Bu!” ujarnya, dengan mengintip kedatanganku dari balik pagar yang tinggi. Kurir ini sudah sering mengantarkan paket ke rumah, jadi kami sudah saling mengenal. Terkadang, kalau rumah lagi kosong, dia hapal harus menyimpan paket di mana. Aku menerima paket itu dengan senyum dan ucapan terima kasih seperti biasanya. Hmmm, berat banget ya! gumamku, rasa penasaran mulai menyergap dalam hati, biasanya kalau mau ada paket suamiku pasti bilang. Continue reading “Pengirim Rahasia”

Advertisements

[Urban Legend] Misteri Babakan Siliwangi

BS.jpg

Malam itu, empat belas tahun lalu. Kenangan yang takkan terlupakan, setidaknya bagiku yang mengalami kejadian itu. Perjalanan sepulang makan malam di Pizza Hut Jalan Karang Tineung, Bandung. Menyusuri sudut kota Bandung yang dinginnya terasa menusuk tulang, hanya dibalut selapis jaket berbahan jeans yang semakin  menambah hawa dinginnya malam itu.

Menuju arah pulang ke tempat kontrakan kami di daerah Dago Pojok, dengan dibonceng motor bekjul alias bebek tahun 70. Motor berwarna merah hasil modifikasi, lebih pendek dari motor pada umumnya. Tapi sukses menjadikannya sebagai motor kesayangan suamiku, saat itu. Motor yang memiliki kapasitas mesin 70cc, dengan tenaga jadul yang hanya bisa dinikmati untuk sekedar jalan santai menikmati suasana kota Bandung dengan segala keindahannya. Sudah dipastikan motor yang kami dikendarai, berjalan pelan, nyaris tak bisa berlari kencang.  Continue reading “[Urban Legend] Misteri Babakan Siliwangi”

Anak Siapa Itu?

#Tantangan ODOP mendeskripsikan perasaan.

Sebuah cerpen dari TS seorang teman ^^

“Ayah, mana Ibu?” teriakan suara anak laki-laki dari telepon di sebrang sana. “Itu tuh cari Ibu di sana!” tutur seorang lelaki yang aku hapal betul suaranya. Seketika dadaku bergemuruh hebat, jantung berdegup kencang, aliran darah yang berdesir membuat tangisan pecah tak tertahankan. Ingin rasanya berteriak, menumpahkan semua gejolak rasa.

“Heiii, Ayaaah…!” pekikku dengan suara tinggi diantara amarah yang memuncak, tapi suara di sebrang telepon sana masih belum bisa mendengar suaraku yang terus berteriak sejadi-jadinya. Continue reading “Anak Siapa Itu?”

Doa Bisa Mengubah Segalanya

“Ya mas, aku bersedia menerima pinanganmu.” Kalimat itu mengalir deras dari bibir Nana, beriringan dengan suara detak jantung yang berdebar kencang, nyaris tak terkendalikan iramanya.

“Alhamdulillah” ucap Bagas dengan suara pelan, kebahagiaan telah diwakili oleh senyum dan pancaran mata hitamnya yang teduh. “Insya Allah, Aku akan datang lagi bersama Ibu dan Bapak untuk memintamu menjadi pendamping dan penyempurna ibadahku. Aku ingin menggenapkan kewajibanku untuk menjadi imam bagimu.” Tambahnya lagi diikuti dengan anggukan mantap.

************

Ucapan Bagas beberapa waktu lalu masih terngiangng ditelinga Nana, meski sempat membuatnya terperanjat tak percaya. Tentang sebuah pernyataan yang mengharuskannya belajar bermuhasabah, dan semakin yakin dengan ketetapan yang bernama Takdir. Continue reading “Doa Bisa Mengubah Segalanya”

Dosakah Aku?

Meooow meoooww… suara teriakan induk kucing itu begitu membuatku iba, suara yang menyayat hati bersahutan dengan kucing satunya. Dua ekor kucing saling berhadapan, dan sepertinya keduanya sedang bertengkar atau entahlah, aku tidak mampu mengartikan bahasanya.

“Bu, tadi mobil Ibu ngelindes anak kucing, itu si induknya kayak lagi nyariin” Kata bibi yang menyambut kedatangan kami dari masjid.

“Anak kucing? di mana?” Jawabku, dengan ekspresi muka datar dan sedikit enggak ngerti maksud pembicaraan si bibi.

“Tadi, waktu Ibu buru-buru pergi ke masjid bawa snack, ada anak kucing di kolong mobil trus kelindes” si bibi coba menjelaskan. Continue reading “Dosakah Aku?”