Asap Pekanbaru Tiga Tahun Lalu Menorehkan Kisah Sendu

PEKANBARU MULAI DISELIMUTI KABUT ASAP

Ada yang masih inget soal asap yang menggulung langit Pekanbaru?

Tepatnya Maret tiga tahun lalu. Media sosial rame menyerukan tentang keterlambatan Pemerintah dalam mengatasi asap ini. Bahkan, sampai ada korban meninggal akibat menghirup racun dari asap ini.

Semua orang berteriak dan turut prihatin dalam musibah alam, disebabkan oleh tangan-tangan jahil yang hanya mencari keuntungan semata. Sementara, banyak orang dirugikan dengan perbuatan tercela mereka.  Continue reading “Asap Pekanbaru Tiga Tahun Lalu Menorehkan Kisah Sendu”

Advertisements

Kemilau Mahakam di Tengah Eksotisme Samarinda

sungai mahakam

Pernah mengunjungi kota Samarinda di penghujung tahun 2014 lalu, sepertinya membawa sebuah kenangan yang nyaris terlupakan. Saat itu, aku masih sering mengikuti pameran luar kota yang hampir setiap bulan masuk dalam jadwal.

Sempaja, Samarinda, adalah kota terakhir yang dikunjungi untuk area luar pulau. Sebelum akhirnya Rosmala Hijab tersungkur tak berdaya, karena banyaknya kesalahan dan tak memiliki sistem dalam berbisnis. Ah, sudahlah, biarkan kegagalan itu berlalu dan menjadi kenangan yang tak seharusnya disesali.  Continue reading “Kemilau Mahakam di Tengah Eksotisme Samarinda”

Sejarah Gerai Rosmala

sejarah

Jadi keingetan awal melek digital tahun 2008. Paksu yang sering turing saat itu, lumayan bikin aku baper karena ditinggal, hihii..

Aku yang gaptek, akhirnya minta dibuatkan blog di Multiply. Karena udah seneng nulis curhatan, dan terinspirasi dari mbak Nadia Meutia, founder Dbcn yang kece abis, bercerita tentang blogger di sebuah tabloid wanita.

Ceritanya ngeblog gak jelas, curcol apa aja, haha.

Semakin betah di MP karena banyak yang jualan, eh lama-lama kepingin juga dong jualan.
Jadilah melamar sebagai reseller sendal bali yang lagi trend pada masanya.
Berbekal ilmu seadanya, cuma modal bw ke lapak olshop akhirnya berani juga ngiklan dengan cara ninggalin jejak di kolom komentar tiap OS.

Cerita closing pertama yang takkan terlupakan, hehe.

Saat lagi nemenin paksu antri di gerai provider seluler, dapet telpon dari konsumen pertama yang mau borong sendal bali. Minta diskon karena beli banyak, barengan sama teman sekantornya.

Aku excited banget sekaligus gemeteran dong, haha.
Secara itu konsumen pertama, langsung telpon tanpa sms atau komen di lapak dulu, dan langsung borooong. Wiiih rasanya nano nano lah mak.

Paksu yang liat ekspresi wajahku, langsung menenangkan dan ikut tertawa bahagia akan rezeki tak terduga ini.

Dan, untung dari jualan sendal bali itu dibeliin 2 batang pohon palem, karena kita baru aja pindahan rumah baru.
Beneran deh, itu pohon palem menjadi sejarah awal lahirnya Gerai Rosmala.
Sampe memohon-mohon itu pohon palem yang semakin meninggi jangan ditebang, saat dianggap mengganggu kabel listrik yang melintasinya.

Tapi, sekarang pohonnya udah ditebang sama yang beli rumahku. Hiks, yasudahlah, yang penting kenangannya tak kan pernah terhapus dalam memoriku.

Sandal Bali, sebuah awal perjalanan panjang yang masih utuh tersimpan di dasar ingatan. Satu langkah kecil yang akan menjadi langkah-langkah kecil berikutnya, untuk kemudian menjadi sebuah langkah besar yang bertujuan ingin membarikan manfaat kepada banyak orang, in syaa Allah.

#tunggu kelanjutan kisah berikutnya ^^

 

Continue reading “Sejarah Gerai Rosmala”

Aku dan Mentari

kindness

Saat kubuka pintu dan jendela, kau masuk menyelusup sebelum kupersilahkan.

Sinarmu yang terang membawa sejuta keberkahan di dalamnya.

Sesaat kurasakan hangatnya, membuatku harus segera berlepas dari penat dan rasa malas.

Aku yang selalu menantimu, seketika mencari arah hangat sinarmu yang memancar.

Ya, di sini aku berdiri menikmati pesonamu yang menyapaku pagi ini.

Kuhirup udara segar yang menyertai pancaranmu, aku serahkan diriku tuk sekedar mengharap kasihmu.  Continue reading “Aku dan Mentari”

Ide Literasi dari Festival FLP

ide-literasi-dari-festival-flp

Menghadiri Festival FLP ke-20, Forum Lingkar Pena yang diselenggarakan di gedung Bapussip hari Minggu yang lalu, menyisakan beberapa poin penting dalam catatanku. Tulisan ini tersimpan di dasar draft dan baru hari ini diselesaikan, hehe.

Acara yang dimeriahkan oleh banyak penulis senior dan juga para penulis muda, telah berhasil menggelorakan semangat sepulangnya dari sana.

Aku yang datang terlambat sekitar 2 jam, sepertinya banyak kehilangan kesempatan oarasi literasi dari beberapa penulis muda, seperti mbak Sinta Yudisia, mas Robi Afrizan dan mas Halfino Berry dari penerbit Sygma.

flpoke-1488716437267

Menyaksikan orasi dari mas Gol A Gong membuatku bersemangat, bahwa komunitas literasi memiliki peranan penting untuk saling  bersinergi. Dari banyaknya buku-buku yang diterbitkan hanya mencatat sedikit best seller, beda dengan buku-buku di luar negri. Hal ini sangat memprihatinkan, untuk itulah dibutuhkan dukungan dari komunitas literasi yang bisa mengangkat sebuah buku menjadi best seller.  Continue reading “Ide Literasi dari Festival FLP”