Negeri di Atas Awan

Tantangan yang lama terlewatkan, hiks.

Tentang deskripsi tempat, di mana aku ingin menjadikannya sebagai wujud rasa syukur telah dianugerahi Allah, dititipkan sebuah tempat tinggal yang membuatku nyaman, damai dan tenang.

Alhamdulillah, hanya itu yang selalu kuucapkan melalui setiap helaan napas. Nikmat Tuhan mana lagi yang harus aku dustakan?

Perjalanan menuju tempat tinggal idaman dengan melalui prosesnya yang berliku, melewati beberapa kali tanjakan, dan juga tikungan tajam. Jika dianalogikan sama persis dengan kehidupan yang ibarat roller coaster.

Untuk mencapai rumah yang merupakan baiti janati bagiku, diperlukan jarak tempuh sekitar 15 menit perjalanan menggunakan kendaraan, dari jalan raya di bawah sana. Jalanan tidak begitu luas, hanya cukup dua unit mobil jika kebetulan berpapasan. Itupun masih diperlukan kesadaran masing-masing untuk saling mengalah.

Namun, ada kebahagiaan setiap keluar rumah, melalui jalanan menurun tajam dengan pemandangan alam perbukitan wilayah timur kota Bandung yang indah.

Setiap pagi, saat udara masih dingin menusuk tulang, matahari masih malu untuk menampakan sinarnya. Aku harus sudah keluar rumah nganterin Kaka sekolah, segar rasanya bisa menghirup oksigen secara gratis pemberian Allah Ta’ala. Alhamdulillah nikmatnya.

Dari atas kulihat pemandangan kota Bandung menghampar, seakan berbisik bisa menjanjikan harapan. Kabut yang menutupi pepohonan seolah memberikan hawa sejuk untuk memulai hari dengan semangat. Bak negeri di atas awan, begitulah aku menyebutnya.

Siang hari, kulihat awan berarak memberikan keindahan sebagai wujud nyata maha karya Allah Ta’ala. Dan malam hari, adalah lukisan pesona dunia yang menggambarkan kekuasaanNya agar selalu kita syukuri. City light yang selalu membuatku terkesima, bahagia mengagumi indahnya cinta yang telah Allah wujudkan.

Aku selalu bahagia menikmati setiap perjalanan ini, begitupun rumah yang kami tinggali selalu menyisakan banyak kisah yang sudah sepatutnya di syukuri dan dinikmati sebagai bentuk titipan dari pemiliknya, yaitu Dia yang Maha Kaya.

Alhamdulillahi bi’nimatihi tathimush sholihat.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s