Anak Siapa Itu?

#Tantangan ODOP mendeskripsikan perasaan.

Sebuah cerpen dari TS seorang teman ^^

“Ayah, mana Ibu?” teriakan suara anak laki-laki dari telepon di sebrang sana. “Itu tuh cari Ibu di sana!” tutur seorang lelaki yang aku hapal betul suaranya. Seketika dadaku bergemuruh hebat, jantung berdegup kencang, aliran darah yang berdesir membuat tangisan pecah tak tertahankan. Ingin rasanya berteriak, menumpahkan semua gejolak rasa.

“Heiii, Ayaaah…!” pekikku dengan suara tinggi diantara amarah yang memuncak, tapi suara di sebrang telepon sana masih belum bisa mendengar suaraku yang terus berteriak sejadi-jadinya.

Saat itu posisiku masih dalam perjalanan menuju mal, dimana Bunga, anakku. Minta dijemput setelah nonton bersama teman-temannya.

Dengan sisa kekuatan yang kumiliki, mobil yang kukendarai berhasil masuk ke dalam basement mal yang dituju. Sementara, badan terasa lemas seperti tak bertenaga, kusandarkan punggung di jok mobil yang kurebahkan. Tubuhku masih bergetar tak terkendalikan, napas yang tersengal sisa dari teriakan yang tak terdengar olehnya.

Kucoba mengatur napas dan menenangkan keadaan dengan terus beristighfar. Aku harus kuat, aku harus tenang, batinku membuncah mengingat lagi suara anak laki-laki yang memanggil Rama dengan sebutan Ayah.

Aneh, biasanya ponsel Rama, selalu dalam keadaan terkunci. Tapi, sepertinya tadi tertekan tombol telepon ke nomorku, tanpa dia menyadarinya. Dan suara mereka di seberang sana sangat jelas, aah suara itu, suara suamiku yang sedang bercanda dengan anak laki-laki yang mencari ibunya.

Setelah sedikit tenang, dengan perasaan tak menentu aku coba lagi menelepon Rama. “Iya, Bu!” sapanya datar tanpa merasa ada sesuatu yang salah.

“Siapa anak tadi? Hah!” teriakku langsung dengan nada tinggi dan napas tersengal.

“Anak siapa? hhmmm…itu tadi anaknya Pak Beni, lagi nyariin Ibunya.” terdengar jelas kegugupan Rama dalam suaranya yang gamang dan berusaha berbohong.

“Ibu lagi dimana?” tanya Rama berusaha menenangkanku, “Lagi jemput Bunga di basement mal Citra,” jawabku terbata, “Dari 15 menit lalu, Ibu denger suara Ayah sedang bercengkrama dengan anak itu, Ibu teriak tapi gak didengerin, sepertinya handphone Ayah kepencet.” lanjutku dalam isakan tangis dan suara yang bergetar.

“Udah ya, Ibu jangan curiga gitu! Ini Ayah lagi di tempatnya Pak Beni, tadi anaknya manggilin Pak Beni buat nyariin Ibunya.” kilah Rama berusaha menjelaskan.

Berkali-kali tarikan napas panjang kuhembuskan, aku bergeming dalam diam, dzikir tak putus kuucapkan, lumayanlah bisa membuatku sedikit tenang. Tapi, aku yakin anak tadi manggil Rama dengan sebutan Ayah. jauh di lubuk hatiku kembali bertanya tentang kejadian tadi yang masih sangat jelas di telingaku. Siapa dia? Ah, jangan-jangan itu? segera kutepis pikiran dengan segala prasangka yang membuat kepalaku terasa berat. Oke, tadi Rama bilang itu anaknya Pak Beni, semoga saja.

Advertisements

2 thoughts on “Anak Siapa Itu?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s