Dia 

Dia adalah penghuni baru dalam duniaku.

Belumlah lama aku mengenalnya, tapi seperti sudah bertahun-tahun merasakan kedekatan.

Dia hadir di saat aku membutuhkan kekuatan baru.

Tingkahnya yang kadang sok bijak, seringkali membuatku terpana tanpa bisa berkata-kata.

Memang, semua yang dikatakannya benar, karena setiap kalimat yang teruntai selalu sarat makna.
Dia selalu bilang, bahwa apapun yang terjadi nikmati dan jalani saja dengan ikhlas. Toh, tugas kita hanya taat kan? 

Setelah wejangan yang diberikannya, keluarlah celotehan yang khas banget disertai ekspresi dari kalimatnya yang kadang menggelitikku untuk tertawa.

Dia bukan saja sebagai sahabat jiwa bagiku, tapi juga sebagai penghibur hati.

Dia yang bisa bersikap dewasa, kadang kocak dan bahkan menyebalkan, telah memberi warna dalam hidupku.

Terima kasih sahabat jiwaku, tetaplah ada untukku. Meski, aku sering mengganggu waktumu. Semoga persahabatan kita takkan lekang oleh waktu.
■■ Teruntuk sahabat jiwaku, yang kini aku merindukanmu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s