Buku Antologi Pertamaku “Bangga Menjadi Ibu”

antologi bangga jadi ibu.jpg

Alhamdulillah, lomba menulis kisah inspiratif “Bangga Menjadi Ibu” yang diselenggarakan oleh Indscript Creative bekerja sama dengan Bitread. Akhirnya menyisihkan 99 finalis yang karyanya akan dibukukan, dan aku adalah salah satu finalisnya.ย Rencananya buku akan dirilis bertepatan dengan hari Ibu, tanggal 22 Desember mendatang.

Menulis sebuah kisah tentang bangganya menjadi seorang ibu, membuatku baper karena harus menceritakan tentang Kaka, anak gadisku yang selalu menjadi sumber kekuatanku. Draft yang kulanjutkan di sela deadline jam 11 malam, sempet meleleh karena ikut terbawa suasana saat itu.

Aku dipaksa untuk memutarbalik waktu yang sebenarnya ingin kusimpan dalam kenangan, saat kuingat lagi masa di mana kesedihan itu hadir lagi dalam benakku. Kehilangan dua bayi yang membuatku harus membuka lagi memori tentangnya, aah.. lama aku tak mengingatnya, semoga kita akan bertemu dalam surga-Nya. Kalian akan menyambutku dengan pakaian kemuliaan sebagai bidadari surga, hiks.ย  Continue reading “Buku Antologi Pertamaku “Bangga Menjadi Ibu””

Advertisements

Usia Cantik itu Berdamai dengan Diri Sendiri

Usia menurut saya adalah langkah demi langkah yang akan dilalui oleh setiap mahluk yang Allah Ta’ala ciptakan. Begitupun, dengan mahluk yang bernama wanita, akan selalu indah di setiap fase kehidupan yang telah dilewatinya.

Saya, Santi Rosmala, seorang Ibu dari gadis remaja berusia 16 tahun. Sepanjang perjalanan hidup yang saya jalani, tidak jarang menemui beragam peristiwa dengan rasa nano-nano yang seringkali membuat saya tersenyum dan bahkan menangis.

my.jpg

Angka 39 adalah usia saat ini, yang bisa dikatakan sebagai gerbang menuju kematangan pikiran, kedewasaan dalam mengelola emosi, dan juga keikhlasan menyerahkan diri kepada sang pemilik hidup atas apapun yang telah ditetapkanNya.

Ketika melihat lagi jauh ke belakang, ingin rasanya memutar balik waktu saat memasuki masa remaja yang diisi dengan berbagai kegiatan, salah satunya ikut bagian menjadi panitia band kreatif. Dimana tahapan itu menjadi sebuah kenangan yang tak mungkin terlupakan.

Continue reading “Usia Cantik itu Berdamai dengan Diri Sendiri”

Negeri di Atas Awan

Tantangan yang lama terlewatkan, hiks.

Tentang deskripsi tempat, di mana aku ingin menjadikannya sebagai wujud rasa syukur telah dianugerahi Allah, dititipkan sebuah tempat tinggal yang membuatku nyaman, damai dan tenang.

Alhamdulillah, hanya itu yang selalu kuucapkan melalui setiap helaan napas. Nikmat Tuhan mana lagi yang harus aku dustakan?

Perjalanan menuju tempat tinggal idaman dengan melalui prosesnya yang berliku, melewati beberapa kali tanjakan, dan juga tikungan tajam. Jika dianalogikan sama persis dengan kehidupan yang ibarat roller coaster. Continue reading “Negeri di Atas Awan”

Sebuah Harapan

Empat sebelas telah mengukir sejarah

Yang termaktub dalam Lauhul Mahfuz

Beruntunglah ihkwah yang ditakdirkan

Hadir memenuhi seruan Illahi

Gema takbir menghentak jagat raya

Alam pun merespon dengan gempita

Duhai jiwa-jiwa yang ikhlas

Langkahmu bergemuruh menggetarkan cakrawala

Doa yang kau lantunkan memekik langit
Hanya memohon satu harapan

Untuk dapat merapatkan barisan

Menuju sebuah gerbang keadilan

Buku Tazkiyatun Nafs (Konsep Penyucian Jiwa)

buku-tazkiyatun-nafs-konsep-penyucian-jiwa

Bismillah.

Buku Tazkiyatun Nafs adalah sebuah konsep penyucian jiwa, sebagai kebutuhan rohani berupa pengajaran din (Islam), tarbiyah dan tazkiyah bagi jiwa. Orientasi manusia saat ini yang lebih mengedepankan materi, ternyata tidak dapat menjamin kebahagiaan hidup. Fakta telah berbicara bahwa kegalauan hidup, dan kekeringan jiwa menjadi fenomena yang menjamur dimana-mana.

Buku ini merupakan terjemahan karya Dr. Ahmad Farid, yang berjudul Tazkiya an-Nafs wa Tarbiyatuha kama Yuqorriruhu ‘Ulama as-Salaf. Isinya sangat menyentuh hati, berupa nukilan dari dalil-dalil yang jelas, yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits dan diperkuat dengan perkataan ulama salaf.

Semoga review dari buku Tazkiyatun Nafs ini bisa memberikan manfaat bagi kita semua, khususnya pada hari dimana harta dan anak tidak lagi bermanfaat, kecuali siapa yang datang kepada Allah Ta’ala dengan hati yang sehat. Karena milik Allah-lah segala puji dan anugerah, Dia pelindung kita dan kepada-Nya kita akan kembali. Continue reading “Buku Tazkiyatun Nafs (Konsep Penyucian Jiwa)”

Anak Siapa Itu?

#Tantangan ODOP mendeskripsikan perasaan.

Sebuah cerpen dari TS seorang teman ^^

“Ayah, mana Ibu?” teriakan suara anak laki-laki dari telepon di sebrang sana. “Itu tuh cari Ibu di sana!” tutur seorang lelaki yang aku hapal betul suaranya. Seketika dadaku bergemuruh hebat, jantung berdegup kencang, aliran darah yang berdesir membuat tangisan pecah tak tertahankan. Ingin rasanya berteriak, menumpahkan semua gejolak rasa.

“Heiii, Ayaaah…!” pekikku dengan suara tinggi diantara amarah yang memuncak, tapi suara di sebrang telepon sana masih belum bisa mendengar suaraku yang terus berteriak sejadi-jadinya. Continue reading “Anak Siapa Itu?”

Aku dan Cahaya

Kulihat cahaya kecil di kejauhan

Sejenak mataku terpicing menangkap kilaunya

Kucoba berjalan dalam gelapnya malam

Terus berjalan menelusuri kesunyian

Kulangkahkan kaki menuju pantulan sinarnya

Dalam hati terus bergumam

Akankah kutemukan sebuah harapan?

Disana, harapan yang mungkin saja bisa kugenggam

Namun, dari dekat cahaya itu tampak meredup

Mungkinkah semuanya hanya ilusi?

Jauh terlihat lalu kian menghilang

Tanpa bayang

Dan aku hanya mampu terdiam

Mengenang indahnya berkilauan

Lalu sirna ditelan kegelapan