Doa Bisa Mengubah Segalanya

“Ya mas, aku bersedia menerima pinanganmu.” Kalimat itu mengalir deras dari bibir Nana, beriringan dengan suara detak jantung yang berdebar kencang, nyaris tak terkendalikan iramanya.

“Alhamdulillah” ucap Bagas dengan suara pelan, kebahagiaan telah diwakili oleh senyum dan pancaran mata hitamnya yang teduh. “Insya Allah, Aku akan datang lagi bersama Ibu dan Bapak untuk memintamu menjadi pendamping dan penyempurna ibadahku. Aku ingin menggenapkan kewajibanku untuk menjadi imam bagimu.” Tambahnya lagi diikuti dengan anggukan mantap.

************

Ucapan Bagas beberapa waktu lalu masih terngiangng ditelinga Nana, meski sempat membuatnya terperanjat tak percaya. Tentang sebuah pernyataan yang mengharuskannya belajar bermuhasabah, dan semakin yakin dengan ketetapan yang bernama Takdir.

Saat itu, sekitar empat bulan lalu. Di sebuah acara seminar, tanpa sengaja mereka berpapasan. Sebelumnya pernah bertemu dan mengenal Bagas dari sebuah komunitas pecinta buku yang diikuti. Nana hanya tahu sekilas tentang dia, sosok lelaki yang selalu dengan ikhlas membantu dan rela berjuang demi kemajuan komunitas. Sebuah komunitas Sahabat, yang memiliki misi menebarkan manfaat dan semangat membaca buku, khususnya untuk anak-anak dhuafa.

Taksi yang dipesan Nana sudah siap menyambutnya di pelataran gedung Artha Duta, tempat seminar berlangsung. Saat itu, dia tengah bergegas membawa sisa buku jualan. Usai seminar, Nana yang sibuk bertugas sebagai penanggungjawab stok buku, bermaksud segera mengembalikannya ke markas Sahabat. Sementara itu, Bagas tampak memperhatikannya dan hendak membantu, saat tumpukan buku dalam dekapan Nana nyaris berjatuhan.

Nana tidak menyadari usaha Bagas yag ingin membantunya, dia hanya berusaha untuk menahan buku-buku itu agar tidak sampai jatuh. Tanpa ekspresi, kemudian masuk ke dalam taksi yang segera melaju, meninggalkan Bagas dalam keadaan diam terpaku.

Ternyata, Bagas merasa tersakiti dengan sikapnya yang dirasa jutek, cuek dan terkesan sombong saat itu. Tentu saja, kejadian ini bukan yang pertama kalinya. Beberapa kali Bagas berupaya untuk bisa dekat dan mengenal Nana, selalu saja ditolak dengan berbagai alasan yang tak dapat diungkapkannya.

“Aku berdoa agar Allah memberikan hidayah serta melembutkan hatimu, dan aku yakin suatu saat kamu akan dekat denganku” lirih Bagas mengulang kembali kalimat yang diucapkannya, sesaat setelah kepergian Nana dengan taksi yang ditumpanginya, empat bulan lalu. “Selalu kusebut namamu dalam setiap doaku, tak hentinya aku berdzikir untuk bermunajat kepada Allah Maha Pengabul Doa. Berharap dengan niat baik ini, agar kamu ditakdirkan untukku.” Lanjutnya dengan penuh keyakinan.

“Hingga akhirnya, takdir telah mendekatkan kamu dan aku. Sebulan setelah kejadian itu, kita dipersatukan dalam sebuah pekerjaan yang menjadikan hubungan jadi lebih intens, tanpa disadari perasaan kita telah saling tertaut” sejenak tarikan nafas dihembuskannya lembut, lalu dilanjutkan lagi dengan tatapan penuh pengharapan.

“Aku sangat yakin dari empat bulan lalu, bahwa doa bisa mengubah segalanya.” Penuturan Bagas mengalir seolah mewakili perasaannya yang terpendam selama empat bulan ini, Nana hanya diam mendengarkan ungkapan hati Bagas yang baru dimengertinya sekarang.

********

Ingatan Nana melayang, kembali ke masa awal mereka menjalin kedekatan yang mengalir secara alamiah. Yaa, berawal dari hubungan pekerjaan yang membawa suasana hati mereka semakin mencair.

Sejak mengenal Bagas, banyak perubahan yang menjadikan kehidupan Nana lebih baik dalam segala hal. Bagas seperti magnet yang mengantarkan energi positif dalam kehidupannya, dia mengajarkan tentang arti sebuah kesabaran dan keikhlasan yang harus dijalani.

Dari sisi lain, Bagas begitu menyayanginya tulus, dan tanpa pamrih. Hingga, Nana pun ikut larut dalam suasana yang melembutkan rasa, meneduhkan jiwa.

Padahal saat itu, Nana sudah berusaha untuk menekan tombol off, ketika perasaannya semakin dibuat tak menentu. Dia merasa belum yakin bisa menerima Bagas, yang hadir begitu saja dalam hidupnya. Karena banyak target pekerjaan yang ingin dicapainya, sehingga untuk urusan hati tidak terlalu dijadikan prioritas olehnya.

Dan, karena kekhusyukan doa Bagas yang telah dipanjatkan saat itu, lalu naik ke langit dan diridhoi Allah untuk kemudian dikabulkan. Telah menjadi sebab kelembutan hati Nana yang sempat terbolak balik dan gelisah, antara ingin tetap bersama atau malah melupakannya. Tapi, sepertinya Allah selalu mempermudah jalan untuk mereka, disertai keyakinan yang kuat. Akhirnya Nana menerima pilihan ini dengan ikhlas, memilih Bagas sebagai takdir terindah yang Allah karuniakan untuknya.

Tatapan mata Bagas semakin membuat Nana lemah tak berdaya. Rasa bahagia membuncah di hatinya menerima takdir indah ini. Bagas, adalah orang yang selama tiga bulan ini hadir memberi warna dalam kehidupannya. Dia selalu mengingatkan untuk sholat tepat waktu, bahkan membimbingnya untuk melakukan ibadah lainnya. Nilai kejujuran, kesabaran dan keikhlasan yang dijunjung tinggi oleh Bagas, telah menjadikannya pribadi yang lebih santun dan lembut. Nana bahagia bisa menikmati setiap proses kehidupan ini, dengan banyak belajar dari Bagas.

Proses kedekatan yang dijalani dengan melibatkan segala rasa, berlanjut dengan pinangan saat ini. Disaksikan oleh kedua orangtua Nana, yang juga telah merestui hubungan mereka. Kini hanya tinggal selangkah lagi untuk menenetukan waktu, merajut asa dan bersama membina keluarga yang  bahagia.

*********

— Sebuah kisah nyata yang meyakini bahwa doa akan terkabul, untuk itu jangan pernah meremehkan doa. Berdolah untuk kebaikan siapapun di sekeliling kita, karena doa yang dipanjatkan akan kembali kepada pemiliknya. —

Advertisements

3 thoughts on “Doa Bisa Mengubah Segalanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s