Perjalanan Kehidupan

Sebuah perjalanan hidup yang dapat dianalogikan dengan perjalanan kita menuju tempat tujuan. Setiap orang memiliki harapan yang ditujunya masing-masing, segala cara dilakukan agar dapat mencapainya. Meski, pada akhirnya akan tetap berlabuh pada satu tujuan.

Saat menikmati perjalanan dalam kesendirian, dapat kutemukan arti cinta yang sesungguhnya. Cinta terhadap Sang Pencipta, yang telah dengan sempurna menata pepohonan dan jalanan yang terbentang membelah sunyinya keadaan.

Kadang, aku inginkan teman untuk sekedar meramaikan suasana. Tak jarang, berjalan sendirian seringkali aku lakukan. Bukan karena aku tak membutuhkannya, namun itulah saat yang tepat untukku merenungkan tentang sebuah tujuan.
Continue reading “Perjalanan Kehidupan”

Perjalanan

Bergantian menyetir sudah menjadi kebiasaan kami setiap kali mudik, perjalanan Bandung menuju Jogjakarta atau sebaliknya tak lagi menjadi kendala.

Saat bagianku menggantikannya, tak jarang aku hanya sendirian dalam gelapnya malam, karena semua penumpang terlelap dalam tidurnya.

Kulihat sekeliling hanya sunyi tanpa kilau cahaya menerangi, jalanan lengang tanpa kendaraan lain turut melintasi. Aku diam ditemani lampu beam yang sesekali kunyalakan, sekedar menemani agar tak terlalu  dirasa sepi.

Kuatur pedal gas untuk menyeimbangkan laju kendaraan, mengikuti alur jalanan yang lurus dan kadang berkelok. Menantikan kendaraan lain yang kuharapkan ada di depan atau malah menyusul dari belakang. Namun, terkadang aku menyalip kendaraan yang ada di depan karena dirasa menghambat perjalanan.

Hanya satu tujuan yang ingin segera direalisasikan, yaitu segera sampai di tempat tujuan.

Ada Doa Dalam Safar

Aku terbangun saat mendengar suara mesin mobil masih menyala, tapi dalam keadaan diam terparkir di bahu jalan. Kubuka  mata yang masih terpejam, untuk melihat keadaan sekitar. Ternyata, sudah sampai Ciamis. Di depan sana masih banyak anak muda nongkrong dengan sepeda motornya.

Waktu di dashboard mobil menunjukan pukul 24.23 wib. Aku berusaha untuk menyegarkan tubuhku dengan minum air mineral. Lalu kubangunkan suami agar bertukar posisi, dan kulanjutkan perjalanan ini dengan mengucap Basmallah.

Kunikmati perjalanan kali ini, dengan memacu laju kendaraan hampir 100 km/jam. Menemui jalanan berkelok dan memasuki hutan kecil, baru tersadar bahwa aku hanya sendirian. Kupelankan lajunya agar bisa menyusuri jalan lengang, dengan romantika nyanyian Maher Zein yang membersamaiku.  Continue reading “Ada Doa Dalam Safar”

Sebuah Penantian

Kutatap wajah teduh itu dengan seksama

Tak ada lagi binar bahagia terpancar di sana

Tak seperti biasanya, kau yang selalu ceria bercerita tentang segala rasa

Kini, diam seribu bahasa

Senyuman kaku hanya mengembang ala kadarnya

Hanya untuk membuatku tak banyak tanya

Aku tahu, kau sedang menyimpan lara

Tanpa mampu untuk kau membaginya

Baiklah, aku takkan memaksa

Kan kubiarkan kau dalam kesendirian

Menyepi sejenak tuk tenangkan hati

Tapi, jangan pernah  kau cemaskan

Aku masih di sini, menantimu dalam kesabaran

Semoga saja, penantian ini takkan sia-sia

Hingga berujung dengan akhir bahagia.

Rindu

Saat tak lagi menemukan hangatnya cinta

Sejenak aku terdiam tak bergeming

Tatap mata nanar seolah kehilangan separuh jiwa

Aku merasa diriku jauh, kini semakin jauh

Betapa kotornya diri ini, penuh dengan lumpur dosa

Jika saja Engkau buka aibku, mungkin akan berbau seperti penghuni comberan

Aku malu untuk menengadahkan kepalaku

Bahkan, hanya untuk mengangkat kedua tanganku

Saat menyadari betapa meruginya diri, atas maksiat dan lalai yang kulakukan

Aku seperti merasakan sengatan kalajengking

Panas yang membakar jiwa, mengalahkan segala rasa

Tubuhku lunglai meratapi diri yang hina, terkulai seperti daun tak terkena sinar matahari

Andai saja, galau ini bisa membawaku kembali ke pangkuan-Mu

Menikmati teduhnya hati, damainya jiwa, dan lapangnya dada

Aku rindu aku ingin kembali memohon ampunan-Mu

Rabbi, maafkanlah segala kesalahanku, segala dosaku

Aku kembali bersujud di ujung sajadahku dengan tetesan airmataku

Hanya mengharap Engkau ridho padaku

Semangat Menuntut Ilmu

Di atas langit masih ada langit.

Seuntai kalimat sederhana tapi bijaksana, memiliki makna luarbiasa yang mengartikan bahwa di dunia ini tak ada satupun yang sempurna. Setiap yang terbaik, akan ada yang lebih baik lagi.

Untuk itulah, perlunya sikap menerima kelebihan orang lain sebagai bentuk penyucian jiwa. Belajar membersihkan diri dari hasad, yang hanya akan membuat penyakit hati karena tidak senang melihat oranglain memiliki kelebihan.

Bagaimana caranya agar kita bisa menerima kelebihan yang dimiliki oranglain?  Continue reading “Semangat Menuntut Ilmu”

Doa Bisa Mengubah Segalanya

“Ya mas, aku bersedia menerima pinanganmu.” Kalimat itu mengalir deras dari bibir Nana, beriringan dengan suara detak jantung yang berdebar kencang, nyaris tak terkendalikan iramanya.

“Alhamdulillah” ucap Bagas dengan suara pelan, kebahagiaan telah diwakili oleh senyum dan pancaran mata hitamnya yang teduh. “Insya Allah, Aku akan datang lagi bersama Ibu dan Bapak untuk memintamu menjadi pendamping dan penyempurna ibadahku. Aku ingin menggenapkan kewajibanku untuk menjadi imam bagimu.” Tambahnya lagi diikuti dengan anggukan mantap.

************

Ucapan Bagas beberapa waktu lalu masih terngiangng ditelinga Nana, meski sempat membuatnya terperanjat tak percaya. Tentang sebuah pernyataan yang mengharuskannya belajar bermuhasabah, dan semakin yakin dengan ketetapan yang bernama Takdir. Continue reading “Doa Bisa Mengubah Segalanya”