Hadiah Tak Selalu Terbungkus Indah

Sebuah hadiah akan diberikan kepada orang yang kita sayangi, baik itu pasangan, teman dan keluarga yang berupa benda berharga, atau apapun bentuknya.Sama halnya dengan apa yang kita minta kepada Allah, inginnya diberikan kebaikan dan sesuatu yang menggembirakan. Namun terkadang Allah memberikan hadiah yang tidak sesuai dengan keinginan kita, yaitu melalui ujian dan cobaan.

Ya, sejatinya manusia akan diberikan berbagai ujian, baik itu ujian kesenangan ataupun ujian tidak menyenangkan. Ujian kesenangan yang terkadang membuat manusia lupa bahwa itu merupakan ujian baginya. Maka, setiap mendapatkan kesenangan seharusnya kita berhati-hati dari hal yang dapat menjadikannya penyakit jiwa, seperti sifat sombong, takabur, riya. Seolah semua itu dia dapatkan karena hasilnya sendiri, padahal Allah lah yang telah menghendakinya demikian.Β 

Adapun tentang ujian yang tidak menyenangkan ini, seringkali membuat manusia merana dan kecewa. Hal tersebut sangatlah wajar karena sebaiknya setiap rasa yang muncul itu diterima, tetapi tidak larut dalam kesedihan yang hanya akan membuat diri semakin tersiksa. Meski berat tapi bersyukurlah atas ujian-ujian tersebut, karena Allah telah memilih hamba yang mampu untuk diuji-Nya sebagai bentuk kasih sayang-Nya. kemudian diberikan kegembiraan bila hamba tersebut berhasil melewatinya, yaitu dengan mendapatkan pahala tiada batas atas kesabaran dan tawakal yang menyertainya.

“Hadiah tak selamanya terbungkus indah, kadang Allah membungkusnya dengan masalah, tapi didalamanya tetap ada berkah”. Β Sudah pernah mendengar kalimat tersebut? Sebuah ungkapan yang bermakna penerimaan dan pengharapan. Kita pasti berharap untuk mendapatkan hadiah yang baik menurut kita, bukan yang terbaik untuk kita. Setiap manusia berharap hadiah itu selalu indah dan terbungkus rapih sebagaimana yang diinginkannya, karena menganggap semua itu akan membahagiakannya.

kado

Seringkali Allah menginginkan kita menemukan berkah dan hikmah dari setiap hadiah yang terbalut dengan masalah, karena semuanya hanya untuk kebaikan kita. Ibarat pedang yang sudah berkarat, maka diperlukan berkali-kali mengasahnya agar menjadi tajam kembali. Begitulah Allah menggembleng kita dengan ujian dan cobaan yang dirasa berat agar kita menjadi hamba yang kuat sebagaimana yang dikehendaki-Nya.

Berdamai dengan diri sendiri adalah solusi yang tepat untuk menjadi pemenang dalam masalah tersebut, lalu berserah diri hanya kepada Allah untuk mendapatkan jalan keluarnya. Yakinlah bahwa janji Allah itu benar dan pasti terkabul tentunya dengan berusaha memperbaiki diri, meningkatkan iman dan taqwa serta memperbanyak stock sabar yang tidak berbatas.

Sesungguhnya dunia itu isinya hanyalah ujian, maka dari itu bersabarlah menjalaninya dengan penuh keikhlasan, karena hidup di dunia hanya sebentar. Berusaha menjadi sebaik-baik manusia dengan hati Β yang selalu bersyukur agar tenang dan lapang In syaa Allah. Tidak perlu melihat bentuk hadiah hanya dari luarnya saja, sementara hikmah yang tersembunyi didalamnya sangatlah indah yaitu pahala tak terbatas untuk orang-orang yang mampu bersabar dan tawakal kepada Allah yang Maha segalanya.

– Santi Rosmala –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s